Sekedar memberikan informasi saja buat rekanrekan, bahwa ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah hunian. Tentunya rumah yang sehat dan nyaman. Hal ini dapat dilihat dari semakin maraknya pembangunan kawasan perumahan dari type kecil hingga type Wah.
Khusus rumah type sederhana dengan luas tanah 60 m2 hingga 72 m2 dan bangunan dengan luas lantai 27 m2 hingga 36 m2 ternyata menjadi primadona bagi kelas masyarakat kebanyakan. Mungkin mereka berfikir lebih baik nyicil rumah daripada harus bayar sewa kontrakan. Namun yang lebih penting lagi bahwa mereka sudah sadar betul bahwa Rumah yang menjadi kebutuhan primer mau tidak mau harus dimiliki oleh semua lapisan masyarakat, karena dari dalam rumah inilah nantinya akan muncul generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di dunia luaran sana. Selain tempat berteduh dari panas dan hujan rumah juga difungsikan oleh penghuninya sebagai tempat pembelajaran, mulai dari hal kecil tentunya.
Permasalahan yang sering terjadi justru bukan pada berapa mereka harus bayar cicilan, melainkan besarnya Uang muka yang mereka harus bayar dengan rata-rata tempo 3 x angsuran. Pusing memang ...tapi untungnya pemerintah dengan pihak pengembang sangat jeli juga memngenai hal ini, maka terbangunlah rumah bersubsidi.
Harganya tidak terlalu mahal, paling 40 jt hingga 90 jt-an. Hasilnya, rumah tersebut diserbu habis oleh peminat persis bagaikan kacang goreng. Saya jadi mikir sebenarnya yang hebat itu siapa ya? Developernya atau pembelinya atau mungkin program pemerintah dengan subsidi tadi? Yang jelas semua sama-sama diuntungkan.